KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Tim Penggerak PKK bersama Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) terus memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro dan Akses Permodalan Tahun 2026. Kegiatan bertema Optimalisasi Visibilitas Usaha dan Strategi Komunikasi Digital yang digelar di Aula Bank BJB Cibinong menjadi langkah nyata mendorong UMKM agar semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu berkembang di era digital.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, menegaskan bahwa PKK siap menjadi mitra strategis DiskopUKM dalam menjangkau pelaku UMKM hingga tingkat desa. Melalui jaringan PKK, para pelaku usaha akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pengelolaan keuangan, pengemasan produk, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.
Selain penguatan kapasitas, sinergi tersebut juga difokuskan pada percepatan legalitas usaha. PKK bersama perangkat daerah terkait akan mendampingi pelaku usaha, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan berbagai sertifikasi yang dibutuhkan agar produk memiliki daya saing lebih tinggi dan semakin mudah menembus pasar.
Program pemberdayaan ini turut diperkuat melalui pengembangan koperasi desa dan kemudahan akses permodalan hasil kolaborasi dengan Bank BJB. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro sehingga dapat meningkatkan skala usaha secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, menyebutkan bahwa dari total 444.212 pelaku UMKM di Kabupaten Bogor, seluruhnya memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah. Karena itu, sinergi bersama TP-PKK menjadi strategi penting untuk menghadirkan pembinaan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong semakin banyak UMKM Kabupaten Bogor naik kelas.


















