KILAS BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik Kabupaten Bogor) memastikan akan menyiapkan solusi agar siswa SDN Karadenan tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), meski sekolah tersebut baru saja menjadi korban pencurian.
Beberapa waktu lalu, SDN Karadenan yang berada di wilayah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dibobol komplotan maling. Dalam peristiwa tersebut, pelaku membawa kabur sejumlah perangkat belajar milik sekolah.
Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Rusliandy, mengaku telah menerima laporan resmi terkait kehilangan di SDN Karadenan. Saat ini, pihaknya masih melakukan klarifikasi lanjutan dengan kepala sekolah sembari menunggu perkembangan penanganan dari kepolisian.
“Kita lakukan klarifikasi lagi dengan kepala sekolah dan kita menunggu progres dari pihak kepolisian seperti apa,” ujar Rusliandy, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menambahkan, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kepala satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan sekolah, terutama menjelang libur panjang Lebaran.
“Habis Lebaran kan libur panjang, nanti mereka diminta untuk lebih hati-hati,” katanya.
Terkait pelaksanaan TKA, Rusliandy memastikan Disdik Kabupaten Bogor tengah menyiapkan alternatif sarana agar siswa SDN Karadenan tidak dirugikan.
“Ada metode-metode lain yang bisa digunakan, bisa memanfaatkan perangkat sarana dan prasarana di sekolah lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Prasetyo, mengungkapkan pencurian terjadi pada 16 Februari 2026 sekitar pukul 04.30 WIB.
Pelaku diketahui masuk ke lingkungan sekolah dengan cara merusak pintu gerbang, ruang guru, serta ruang komputer. Dari aksi tersebut, para pelaku menggondol 24 unit komputer, 60 tablet, 3 sound system, 2 infocus, 1 kamera Canon, 1 unit toa, 1 tabung gas, 1 magicom, dan 1 smart TV.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepasang grendel pintu, satu gembok, satu pisau dapur, satu cutter, dan kepala palu.
“Pelaku merusak kunci gembok menggunakan bahan kimia. Itu ditemukan di area pintu gerbang depan,” jelas Anggi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan upaya penindakan lebih lanjut guna memburu para pelaku pencurian tersebut.


















