
KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan komitmennya dalam mendukung Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang digelar oleh BPOM RI bersama Universitas Pertahanan RI (UNHAN). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kampus UNHAN dan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, serta Kota Depok sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor.
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menegaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 6,1 juta jiwa, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ade Ruhandi menyampaikan, Pemkab Bogor mendukung penuh kolaborasi antara BPOM RI dan UNHAN dalam membangun kesadaran masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan OOT. Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda harus dilakukan secara bersama melalui edukasi, pengawasan, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menilai penyalahgunaan OOT bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan ancaman terhadap ketahanan nasional. Ia menegaskan bahwa lemahnya generasi muda akibat penyalahgunaan zat adiktif dapat berdampak pada masa depan bangsa apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Balai POM Bogor Jeffeta Pradeko Putra menjelaskan bahwa program ini akan dilanjutkan melalui edukasi ke ribuan sekolah di wilayah Bogor dan Depok. Melalui komunikasi, informasi, dan edukasi yang berkesinambungan, diharapkan tercipta gerakan bersama yang masif untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

















