
KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI Angkatan Darat memperkuat kolaborasi dalam menghadapi sejumlah tantangan daerah, khususnya pengelolaan sampah dan antisipasi kekeringan. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika dan Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto.
Rapat yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat bersama Gubernur Jawa Barat itu membahas strategi terpadu untuk menangani persoalan sampah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah diperkirakan akan menghadapi peningkatan risiko kekeringan pada tahun ini.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kemarau di Kabupaten Bogor diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi dampak kekurangan air, terutama di wilayah yang rawan terdampak.
Selain isu kekeringan, pertemuan juga menyoroti penguatan sistem pengelolaan sampah. Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor telah menjalin komunikasi dengan Mabesad terkait pengembangan pengolahan sampah di kawasan Galuga melalui skema yang menghasilkan energi listrik maupun bahan bakar alternatif.
Melalui dukungan TNI AD sebagai fasilitator dan penghubung berbagai pihak, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan unsur TNI diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan serta mendukung pembangunan infrastruktur strategis. Upaya bersama ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

















