KILAS BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Pemerintah Kota Bogor menggelar pembahasan strategis terkait rencana tindak lanjut pengelolaan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga. Pertemuan ini menjadi langkah serius dan kolaboratif untuk menuntaskan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bersama bagi Kabupaten dan Kota Bogor.
Dalam pembahasan tersebut, kedua belah pihak menegaskan komitmen kuat untuk menghadirkan pengelolaan sampah yang lebih modern, tertata, dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada tiga pilar penting, yakni pembenahan infrastruktur TPPAS Galuga, penghijauan lingkungan sekitar kawasan pengelolaan sampah, serta penguatan aspek legalitas dan tata kelola agar operasional berjalan sesuai regulasi.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas wilayah, lintas kebijakan, dan lintas kepentingan agar solusi yang dihasilkan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor merupakan kunci utama dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berorientasi jangka panjang.
Rencana tindak lanjut yang dibahas ini ditargetkan menjadi solusi konkret pada tahun 2026. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, lingkungan yang lebih hijau dan sehat, serta landasan hukum yang kuat, TPPAS Galuga diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pembuangan akhir, tetapi juga menjadi pusat pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui sinergi yang solid, Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor optimistis pengelolaan sampah ke depan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.


















