
KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan koridor strategis sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan kawasan Tegar Beriman dengan Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang). Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan terpadu yang menggabungkan peningkatan konektivitas wilayah dengan penguatan sektor pangan dan ekonomi masyarakat.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama unsur TNI, pegiat lingkungan, dan perangkat daerah terkait. Selain pembangunan jalan raya empat lajur, pemerintah juga menyiapkan pembangunan fly over pada titik-titik strategis guna mendukung kelancaran mobilitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

Menurut Rudy Susmanto, koridor yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga dirancang menjadi kawasan produktif yang menampilkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Bogor. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat akan dikembangkan secara terintegrasi di sepanjang jalur tersebut.
Untuk mendukung ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan lahan seluas 24 hektar yang akan dijadikan pusat percontohan pertanian modern. Program ini akan diperkuat dengan pembangunan greenhouse hortikultura serta kolaborasi bersama TNI, akademisi, dan praktisi guna meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan dan hasil produksi.
Selain fokus pada produksi pangan, pemerintah juga memastikan aspek lingkungan dan tata air menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan. Dengan dukungan berbagai pihak, koridor strategis ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru yang mendorong pemerataan pembangunan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.

















