KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat langkah penanganan sampah melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada sinergi lintas wilayah serta partisipasi aktif masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Bantuan Keuangan Akselerasi Pengelolaan Sampah, yang menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan. Program ini juga diarahkan untuk mendukung pembangunan desa berbasis lingkungan.
Menurut Bupati, penanganan sampah harus dimulai dari hulu hingga hilir, mencakup pengurangan sampah dari sumber, edukasi masyarakat, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di tingkat desa dan lingkungan. Peran aktif kecamatan, desa, hingga RT/RW dinilai sangat penting dalam memastikan sistem berjalan efektif.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah daerah mengarahkan pemanfaatan bantuan keuangan desa untuk program pengelolaan sampah, termasuk penguatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Program ini juga akan diperkuat melalui pendekatan kewilayahan strategis serta kompetisi antar wilayah guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat.
Selain itu, Pemkab Bogor juga membuka peluang penataan dan legalisasi TPS ilegal dengan kriteria tertentu, agar pengelolaan sampah dapat lebih tertib dan terintegrasi. Melalui berbagai langkah ini, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berdampak nyata terhadap kebersihan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat, dengan dukungan anggaran yang mulai disalurkan pada Juni 2026.


















