KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 dengan memperkuat sinergi bersama BNN Kabupaten Bogor melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Akselerasi Fasilitator P4GN. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, tantangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bogor semakin kompleks seiring besarnya jumlah penduduk dan terbukanya mobilitas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan.
Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat edukasi melalui berbagai program, salah satunya “Kami Mendengar”, yang menghadirkan para pimpinan perangkat daerah ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba sekaligus menyerap aspirasi dunia pendidikan.
Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang menjadikan daerah ini sebagai pelopor pelaksanaan Bimtek Fasilitator P4GN di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi model penguatan desa dalam memerangi narkoba.
Sebanyak 32 Desa dan Kelurahan Bersinar akan mendapat pendampingan langsung dari personel BNN guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan edukasi, deteksi dini, serta pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melindungi generasi muda sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.


















