banner 728x250

GPM Istimewa Pemkab Bogor Hadir di Bulan Ramadhan, Ringankan Beban Warga Dapatkan Sembako Murah

GPM Istimewa Pemkab Bogor Hadir di Bulan Ramadhan, Ringankan Beban Warga Dapatkan Sembako Murah.
banner 120x600
banner 468x60

KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa bagi masyarakat. Kegiatan ini digelar di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis (26/2), sebagai langkah nyata membantu warga memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya di bulan Ramadhan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Sutriana, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bogor untuk memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

banner 325x300

“Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” ujar Sutriana.

Pada tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menargetkan pelaksanaan GPM Istimewa sebanyak sekitar 50 kali. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah terlaksana kurang lebih tujuh kali. Selain itu, setiap kecamatan juga ditargetkan menyelenggarakan GPM sebanyak 11 kali dalam setahun. Dengan demikian, total pelaksanaan GPM di seluruh wilayah Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai 490 hingga 500 kegiatan hingga akhir tahun.

Sutriana menambahkan, GPM Istimewa difokuskan pada momentum menjelang HBKN seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan.

“Momentum HBKN biasanya diikuti peningkatan harga pangan, sehingga GPM Istimewa menjadi salah satu langkah antisipatif agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas pangan pokok disediakan, antara lain beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, serta kebutuhan pokok lainnya. Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar berkat adanya subsidi dan dukungan distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan selisih harga sekitar Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

GPM Istimewa kali ini diikuti oleh lebih dari 750 warga, dengan total stok yang disediakan meliputi beras 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, aneka cabai 80 kilogram, serta aneka bawang 80 kilogram.

“Pelaksanaan GPM tidak menggunakan sistem paket. Warga bebas membeli sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pembatasan jumlah pembelian untuk menjaga pemerataan, seperti maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu,” terang Sutriana.

Salah seorang warga, Ami, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM Istimewa ini. Menurutnya, harga sembako yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar maupun supermarket.

“Terima kasih Pak Bupati Bogor, program ini sangat membantu kami, terutama ibu-ibu rumah tangga,” ungkapnya.

Ami berharap ke depan jumlah stok sembako dapat ditambah, jangkauan pelaksanaan diperluas ke lebih banyak wilayah, serta kegiatan GPM dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Tingginya antusiasme warga terlihat dari antrean panjang hingga ratusan orang dan stok yang cepat habis.

Ke depan, menjelang Idul Fitri, GPM Istimewa direncanakan kembali digelar sebanyak lima hingga tujuh kali, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Bogor yang dapat merasakan manfaat program tersebut.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *