banner 728x250

Bupati Bogor Rudy Susmanto Serukan Aksi Bersama Jabodetabek Jaga Hulu Ciliwung Demi Tekan Banjir

Bupati Bogor Rudy Susmanto Serukan Aksi Bersama Jabodetabek Jaga Hulu Ciliwung Demi Tekan Banjir.
banner 120x600
banner 468x60

KILAS BOGOR – Curah hujan tinggi yang kerap mengguyur wilayah Jabodetabek masih menjadi momok bagi masyarakat, terutama karena potensi banjir yang dapat terjadi secara mendadak.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi persoalan banjir. Ia mendorong kolaborasi lintas wilayah melalui langkah konkret menjaga kawasan hulu sungai, khususnya dengan gerakan penghijauan.

banner 325x300

Rudy menegaskan, sebagian besar kawasan hulu sungai strategis berada di wilayah Kabupaten Bogor, seperti hulu Sungai Ciliwung, Cileungsi, dan Cikeas, yang memiliki peran vital bagi wilayah hilir.

“Di Bogor ada wilayah yang secara administratif berada di Kabupaten Bogor, tetapi sejatinya merupakan milik bersama. Itulah kawasan hulu Sungai Ciliwung dan beberapa sungai lainnya,” ujar Rudy, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menambahkan, persoalan banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurutnya, perlindungan kawasan hulu sungai harus menjadi komitmen bersama seluruh daerah yang saling terhubung secara ekosistem.

“Jika kita bicara penanganan banjir dan lingkungan, maka kita harus mengerjakannya bersama-sama. Menghijaukan hulu Sungai Ciliwung, Cileungsi, dan Cikeas adalah langkah penting, karena mayoritas kawasan tersebut berada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menekankan perlunya perubahan paradigma pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada fisik, tetapi juga harus berpihak pada keberlanjutan ekosistem.

“Sudah waktunya kita tidak lagi menyimpan aset wilayah masing-masing, tetapi menyimpan air bersama-sama untuk masa depan anak cucu,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa banjir bukan semata-mata disebabkan oleh tingginya debit air, melainkan akibat berkurangnya tutupan vegetasi di kawasan hulu.

“Kalau air meluap karena pohon berkurang, yang salah bukan airnya. Yang salah kita semua, para kepala daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi,” tegas Rudy.

Melalui gerakan kolektif penghijauan di kawasan hulu sungai, Rudy berharap dapat meninggalkan warisan lingkungan berupa ketersediaan air yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Kita ingin meninggalkan legacy untuk anak cucu, yaitu air sebagai sumber kehidupan. Biarkan air mengalir sesuai jalurnya,” pungkasnya.

Ia optimistis, kolaborasi lintas wilayah akan mempercepat pemulihan kawasan resapan air sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan metropolitan Jabodetabek yang saling terhubung satu sama lain.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *