KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengintensifkan normalisasi saluran air dan penataan kawasan di berbagai wilayah sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau. Upaya tersebut dipimpin langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian, perikanan, serta menjaga fungsi infrastruktur pengairan tetap optimal.
Normalisasi saluran air saat ini dilakukan secara bertahap di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu hingga Tanjungsari. Bersamaan dengan itu, Pemkab Bogor juga melakukan penataan saluran irigasi dan lingkungan sekitar agar aliran air kembali lancar dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat.
Menurut Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia sehingga dibutuhkan langkah cepat dalam menjaga sistem irigasi. Penataan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur.
Di wilayah Cariu dan Tanjungsari, normalisasi irigasi diprioritaskan karena mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian. Sementara di kawasan Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur yang dikenal sebagai kawasan Minapolitan dengan sekitar 200 hektare kolam perikanan, pasokan air dipastikan tetap terjaga selama musim kemarau.
Selain normalisasi, Pemkab Bogor juga menyiapkan pipanisasi dari sejumlah mata air dan pembangunan sumur di beberapa titik rawan kekeringan. Penataan kawasan turut mencakup penertiban bangunan di bantaran sungai agar fungsi drainase dan irigasi kembali maksimal.


















