
KILAS BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar aksi bersih sungai dan penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan Situ Citatah dengan melibatkan unsur Forkopimda, Muspika, komunitas lingkungan, serta masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai dan mengurangi potensi banjir akibat sedimentasi dan penumpukan sampah.
Dalam aksi tersebut, lebih dari 220 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap hanya dalam waktu satu hingga dua jam. Selain dikenal sebagai spesies invasif yang berkembang sangat cepat, ikan sapu-sapu dinilai berpotensi merusak keseimbangan ekosistem dasar sungai apabila populasinya tidak dikendalikan. Pemerintah daerah menilai langkah ini penting sebagai bentuk pengendalian lingkungan secara nyata di lapangan.

Tidak hanya melakukan penangkapan ikan invasif, Pemkab Bogor juga menebarkan sebanyak 30 liter eco enzyme ke aliran sungai untuk membantu proses penguraian zat-zat pencemar di dalam air. Kegiatan tersebut turut melibatkan komunitas Eco Enzyme Nusantara Bogor. Selain itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor juga menebarkan 5.000 bibit ikan lokal guna menjaga keberlangsungan ekosistem perairan secara alami.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis, melainkan ajakan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar. Ia juga menyoroti tingginya sedimentasi dan banyaknya sampah yang ditemukan saat turun langsung ke lokasi. Menurutnya, apabila sedimentasi dapat dikendalikan dan aliran sungai terjaga, maka risiko banjir di sejumlah wilayah juga dapat diminimalisir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian awal rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang puncaknya akan digelar pada 5 Juni mendatang di kawasan hulu sungai seperti Telaga Warna dan Telaga Saat dengan tema “Ngelokat Cai”. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen melanjutkan program penghijauan, normalisasi sungai, serta pelepasan indukan ikan lokal dari hulu hingga hilir sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya air.

















