KILAS BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengimbau seluruh pelajar di Kabupaten Bogor untuk tidak terlibat aksi tawuran maupun praktik “perang sarung” selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Ia menegaskan bahwa budaya masyarakat Bogor menjunjung tinggi nilai kedamaian dan kerukunan. Menurutnya, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan suci.
“Di bulan Ramadhan kita diajarkan mencari amal, bukan mencari musuh. Tawuran dan perang sarung tidak boleh ada. Orang Bogor itu cinta damai dan menjunjung tinggi kerukunan,” ujar Rudy Susmanto.
Rudy juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah, guru, serta orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya selama Ramadhan. Kolaborasi antara lingkungan pendidikan dan keluarga dinilai sangat penting untuk mencegah perilaku yang dapat merugikan masa depan pelajar.
Ia mengajak generasi muda Kabupaten Bogor untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif dan produktif. Menurutnya, masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi penerus.
“Mari kita bangun Bogor bersama. Anak-anak kita hari ini adalah pemimpin bangsa di masa depan. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena tindakan yang merugikan diri sendiri dan lingkungan,” pungkasnya.


















