banner 728x250

Kabupaten Bogor Jadi Pilot Project Nasional Percepatan Eliminasi TBC

Kabupaten Bogor Jadi Pilot Project Nasional Percepatan Eliminasi TBC.
banner 120x600
banner 468x60

KILAS BOGOR – Kabupaten Bogor resmi ditetapkan sebagai salah satu daerah fokus intervensi pemerintah pusat dalam percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC). Penetapan tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI yang berlangsung di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, serta dihadiri jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa, dan tenaga kesehatan.

banner 325x300

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid. Pemerintah Kabupaten Bogor melibatkan kader di seluruh desa dan kelurahan serta mengoptimalkan peran lebih dari 5.000 posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor sebagai garda terdepan penanganan TBC berbasis komunitas.

“Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri menjadi dorongan moral dan semangat bagi kami untuk mempercepat eliminasi TBC di Kabupaten Bogor,” ujar Ajat.

Saat ini, layanan penanganan TBC di Kabupaten Bogor telah didukung oleh 101 puskesmas, 4 RSUD, rumah sakit pusat dan vertikal, serta 25 rumah sakit swasta dan klinik. Selain itu, sebanyak 103 desa dan kelurahan telah dibentuk sebagai desa/kelurahan siaga TBC. Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor berstatus siaga TBC pada tahun 2027.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya percepatan penanganan, mengingat Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia kasus TBC setelah India.

“Saya berharap pada semester pertama 2026, Kabupaten Bogor sudah memiliki desa siaga TBC secara menyeluruh. Tata kelola pemerintah daerah sudah berjalan baik, kini saatnya kita bersinergi lebih kuat untuk menuntaskan TBC,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan melakukan intervensi masif, antara lain pemeriksaan seluruh anggota keluarga pasien TBC dengan rontgen, pemberian obat pencegahan, serta pemanfaatan alat rontgen portabel berteknologi cepat yang difasilitasi Kementerian Kesehatan. Program ini ditargetkan mampu menurunkan kasus TBC hingga minimal 50 persen.

“Kabupaten Bogor kami jadikan pilot project agar pola intervensi ini bisa direplikasi di daerah lain. Peran semua pihak sangat penting, mulai dari camat, kepala desa, kepala puskesmas, hingga kader di tingkat komunitas,” ungkapnya.

Di tingkat wilayah, Camat Cibinong Acep Sajidin melaporkan bahwa seluruh 13 kelurahan di Kecamatan Cibinong telah dibentuk sebagai kelurahan siaga TBC dan secara rutin berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

“Kader menjadi ujung tombak, tidak hanya mendampingi pasien, tetapi juga keluarga pasien agar pengobatan tuntas dan penularan dapat ditekan,” jelasnya.

Melalui intervensi terstruktur, kolaboratif, dan berbasis komunitas ini, pemerintah pusat menegaskan dukungan penuh agar Kabupaten Bogor menjadi salah satu kabupaten pertama di Jawa Barat yang berhasil mengeliminasi TBC dan menjadi contoh nasional dalam penanganan penyakit menular.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *